Siang itu di sudut kota Madinah, sejumlah anak kecil bermain dengan sangat gembira. Dengan baju baru yang mereka kenakan, mereka tertawa dan terlihat sangat gembira menyambut hari raya. Namun di sudut yang lain, diam-diam ada seorang anak kecil yang menitikkan air mata dan bersedih hati karena hari itu dia tidak punya baju baru.
Kejadian itu rupanya terlihat oleh Rasulullah SAW. Tanpa babibu, Rasulullah bertanya mengapa engkau tidak bermain seperti teman-temanmu itu?
Dengan air mata bercucuran, si anak menjawab, Wahai Tuan, saya sangat sedih. Teman-teman saya gembira memakai pakaian baru sedang saya tak punya siapa-siapa untuk membelikan pakaian baru.
Lalu di mana keberadaan orang tuamu? tanya Rasulullah
Ayah saya syahid, sementara ibu saya sudah menikah lagi dan seluruh harta ayah dibawa oleh ayah tiri saya jawab sang anak
Seketika Rasulullah langsung memeluk anak itu dan bertanya wahai ananda maukah kau menjadikan aku sebagai ayahmu, Aisyah sebagai ibumu, dan Fatimah menjadi saudarimu?
Kisah pilu itu telah terjadi beribu-ribu tahun yang lalu. Namun kala itu, ada Rasulullah yang sigap dan siap sedia menjadi pelipur lara. Lalu bagaimana dengan sekarang? adakah lagi penerus Rasulullah yang akan memeluk mereka? yang akan mengusap air mata mereka dan memberi mereka baju terbaik di hari raya?
Di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini, mari lanjutkan teladan Rasulullah yang senantiasa menyayangi anak-anak yatim di Ramadan dan hari raya.
Melalui progam ini, kami mengajak sahabat baik memberikan hadiah baju baru senlai Rp 500.000,- untuk anak-anak yatim di Indonesia.
Aku dan orang yang mengurus (menanggung) anak yatim (kedudukannya) di dalam surga seperti ini. Beliau mengisyaratkan dengan (kedua jarinya yaitu) telunjuk dan jari tengah serta agak merenggangkan keduanya, (HR Imam Al-Bukhari)
Yuk lanjutkan teladan Rasulullah dengan bahagiakan anak-anak yatim di hari raya dengan klik DONASI SEKARANG
Baca selengkapnya ▾